Iconography
Gambar siluet klasik lelaki berambut gondrong dan
berbaret dengan latar merah itu sudah sangat terkenal di mana-mana.Pahlawan Gerilya,
GUERRILLERO HEROICO adalah versi grafis dari seorang tokoh pejuang revolusioner komunis,yang melegenda. Gambar itu sudah di cetak ulang,ditato,dibordir,dipahat, dan disketsa hampir disetiap permukaan.Gambar itu turut pula yang sering diusung para demonstran dalam berbagai unjuk rasa diseluruh dunia.
Jon Lee Anderson, dalam bukunya; Che Guevarra: A Revolutionary Life, mengatakan foto Che sebagai ikon revolusioner utama.Dengan matanya menatap dengan berani ke masa depan dalam ekspresi kemarahan pada ketidakadilan sosial ,seolah2 berseru ''Hasta la Victoria Siempre !" (Sampai Kemenangan selalu),ungkapan makna yang menjadi slogan Che untuk tetap teguh dalam perjuangan.
"Tapi, seringkali tak ada yang percaya bahwa akulah pembuatnya," kata Jim Fitzpatrick,seorang seniman grafis asal Irlandia .
Setelah empat dekade membiarkan karyanya itu dicetak ulang secara gratis, Fitzpatrick kini memutuskan untuk mengajukan klaim pemilikan hak cipta atas karya tersebut. "Ini bukan soal mencari uang, ini soal bagaimana memastikan agar karya itu digunakan secara benar... tidak dipakai untuk tujuan-tujuan komersial yang kasar," kata perupa itu yang telah membuat sampul album untuk grup-grup musik Irlandia, Thin Lizzy dan Sinead O'Connor.
Masalah rumit dari kasus ini dalah fakta bahwa karya Fitzpatrick itu berdasarkan foto yang diambil fotografer Kuba, Alberto Korda, foto yang telah menjadi foto paling terkenal di dunia menurut Maryland Institute of Art.
Menurut pemimpin Victoria and albert Museum, foto Korda tersebut telah direproduksi dalam fotografi lebih dari gambar lain yang pernah ada.Jonathan Green, direktur UCR / California Museum of Photography., bahkan telah berspekulasi bahwa citra Korda telah bekerja dengan caranya sendiri menjadi bahasa di seluruh dunia,sehingga Profesor Martin Kemp, sejarawan seni di Oxford University, memasukkannya ke dalam 10 gambar ikonik sepanjang sejarah,walau sebenarnya banyak orang yang tidak tahu siapa sebenarnya sosok dalam gambar tersebut.
El Che
Che Guevarra tokoh marxis revolusioner Amerika latin yang karismatik dan kontroversial itu sekarang telah melegenda dan menjadi lambang pemberontakan di seluruh dunia.
Lahir di Rosario, Argentina, 14 mei 1928 dengan nama Ernesto Guevara Lynch de La Serna dari keluarga berdarah campuran Irlandia, Basque dan Spanyol. Perjuangannya selama revolusi kuba dan sikap anti kapitalis dan komunis sovyet (meski ia seorang marxis) membuat dia menjadi sangat terkenal bahkan sesudah kematiannya.
Che yang dalam bahasa italia "Teman Sekamar" atau sahabat dekat telah menjadi simbol yang mewakili perubahan, apakah itu adalah anti-perang, pro-hijau atau anti-globalisasi. Poster dirinya tersebar dari jalanan di Belfast sampai ke Soweto,dari tembok di wilayah Palestina bahkan sampai di butik Paris dan seluruh penjuru dunia,sehingga ia dimasukan kedalam 100 orang paling berpengaruh di dunia di abad 20 versi majalah TIME.
"Che adalah seorang pria sabar dengan mata terbakar dan kecerdasan yang mendalam yang tampaknya lahir untuk melakukan revolusi." _Henri Cartier -Bresson,Life Magazine 1963Hari Bersejarah
Saat itu, 5 Maret 1960, di Havana, ibu kota Kuba, Presiden Fidel Castro memimpin upacara penguburan 136 warga Kuba yang meninggal akibat meledaknya kapal penumpang Coubra La secara mencurigakan sehari sebelumnya. Guevara adalah Menteri Perindustrian dalam pemerintahan yang baru dan anak emas sang presiden, sementara Korda adalah fotografer resmi Castro. Setelah pawai pemakaman sepanjang boulevard pinggir laut yang dikenal sebagai Malecón, Fidel Castro berpidato berapi-api,di depan para demonstran sepanjang jalan dengan menggunakan kata-kata "Patria o Muerte" (Tanah Air atau Mati) untuk pertama kali.Sementara itu jam 11:20 pagi, Guevara datang dan tampil untuk beberapa detik.
Korda hanya mengambil dua frame dari jarak sekitar 25-30 kaki
sebelum ia menghilang dari pandangan.Pada saat pengambilan foto,korda
mengatakan ia tertarik pada ekspresi wajah Guevarra yang menunjukan
sikap keras kepala mutlak serta kemarahan dan rasa sakit.Guevarra
berumur 31 pada saat itu.''Saya mengingatnya seolah olah itu hari ini,melihat dia dibingkai dalam jendela bidik..dengan ekspresi bahwa saya masih kaget dengan tampilannya,..getarannya begitu kuat," katanya.
Selain itu selama demonstrasi, Korda mengambil gambar dari pejabat Kuba dan filsuf eksistensialis yang terkenal Prancis Jean-Paul Sartre dan Simone de Beauvoir dengan menggunakan M2 Leica lensa 90 mm,dengan film Kodak Plus-X. Gambar klasiknya muncul pada frame nomor 40 tembakan horizontal.
Editor Revolución dimana Korda bekerja, memutuskan untuk hanya menggunakan gambarnya Castro, Sartre, dan Beauvoir, sementara mengirimkan gambar Che kembali ke Korda. Percaya gambar itu kuat, Korda membuat versi dipotong untuk dirinya sendiri, yang ia membesar dan digantung di dinding di samping potret penyair Chili Pablo Neruda (yang kemudian pada tahun 1969 mempersembahkan puisi Tristeza en la muerte de un héroe "Kesedihan karena kematian seorang pahlawan" kepada Che karena kematiannya)
Negosiasi Feltrinelli
Pada tahun 1967, 7 tahun sesudah foto itu di buat, seorang penerbit kaya dan intelektual dari Italia bernama Giangiacomo Feltrinelli tiba dari Bolivia dalam usaha membantu negosiasi pembebasan wartawan perancis dan profesor Regis Debray yang di sandera dalam operasi gerilya pimpinan Guevarra.Ia adalah sosok di balik lolosnya naskah terkenal"Dr.Zhivago " karya Boris Pasternak dari Uni Sovyet ke Eropa.Ia pulalah yang menerbitkan biografi Fidel Castro pertama kali.
Feltrinelli meminta pejabat Kuba untuk mendapatkan foto Guevara dan
diarahkan ke studio Korda dengan membawa surat pengantar dari
pemerintah. Korda langsung menunjuk ke gambar ke-1960 dari Che yang
tergantung di dinding, dan mengatakan bahwa itu adalah foto yang terbaik
dari Che. Feltrinelli setuju. Ketika ia kembali keesokan harinya untuk
mengambil gambar tersebut, Korda mengatakan kepadanya bahwa karena ia
adalah teman dari revolusi maka dia tidak harus membayar untuk gambar
tersebut.Setelah kembali ke Italia, Feltrinelli menyebarluaskan ribuan salinan poster untuk meningkatkan kesadaran akan situasi genting Che yang nantinya akan berujung pada kematiannya.
Kematian Che Guevarra
Pada tanggal 9 oktober 1967,Che Guevarra dinyatakan tewas di eksekusi tentara Bolivia bersama pengikut-pengikutnya ,setelah sehari sebelumnya tertangkap oleh CIA di perbatasan dalam usahanya menumbangkan pemerintah disana.
Foto Korda versi Feltrinellipun spontan digunakan di Milan, Italia, ketika terjadi protes terhadap kematian Che. Setelah kematian Che itu, di tahun 1968 " Che Bolivia Diary " dirilis di seluruh dunia dengan foto Korda di sampul depannya.
Feltrinelli juga membuat poster untuk mempromosikan buku, mengkredit hak cipta untuk Libreria Feltrinelli 1967 (di sudut kiri bawah gambar) dengan tidak menyebutkan Korda. Namun Korda memaafkannya, karena melalui tindakannya, gambar itu menjadi terkenal.
Versi Grafis
Pada tahun 1967,
seniman Irlandia Jim Fitzpatrick juga menggunakan citra Korda sebagai
dasar untuk membuat poster Che versinya sendiri. Fitzpatrick menyatakan
menerima salinan foto dari kelompok anarkis Belanda " Provo", yang juga
nama majalah dari kelompok tersebut. Fitzpatrick ingat bahwa majalah
Provo mengklaim gambar awalnya datang ke Eropa melalui Jean Paul Sartre.Untuk membuat gambar Fitzpatrick membuat kertas negatif yang kemudian dicetak dalam satu warna hitam dan satu warna merah, dan di tambahi bintang berwarna kuning pada baretnya.
Karena keinginan Fitzpatrick untuk foto itu untuk mencerminkan sesuatu dari dirinya sendiri, ia mengangkat mata Che lebih tinggi dan menambahkan sebuah terbalik "F" di bahu. Tidak sampai 40 tahun kematian Che, Fitzpatrick mengakui kenyataan ini menyatakan "Saya sedikit nakal, jadi aku tidak pernah memberitahu siapa pun." Dia mencetak ribuan gambar untuk diberikan kepada siapa saja secara gratis di London,dan untuk memenuhi kebutuhan kelompok-kelompok politik di Irlandia, Perancis, dan Belanda bahkan sampai ke Spanyol, di mana mereka ditangkap oleh polisi Franco.
Semua gambar poster itu di hasilkan dengan menggunakan foto Korda tanpa hak cipta.
Distribusi
Terinspirasi dari gambar yang terkenal tersebut,dan sosok seorang Che yang telah menjadi ikon pemberontakan di seluruh dunia, ,pada tahun 2008 Trisha Ziff' seorang kurator foto dan pembuat film dokumenter asal meksiko memfilmkanya kedalam "Chevolution ".Sementara Michael Casey menceritakan perjalan foto/gambar yang legendaris itu kedalam bukunya; "Che's Afterlife,The Legacy of An Image " pada tahun 2009,disamping buku dan film lainnya.
Ketika anda memperhatikan lebih seksama,anda dapat melihat bahwa foto2 ikonik banyak dibuat dengan cara yang sama.Dan adalah mungkin untuk menyalin rumusannya.Lihatlah beberapa gambar abadi jaman ini.Seperti Che,diambil dari bawah dengan latar belakang cahaya,membuatnya kelihatan terangkat,seperti dewa.Sudut tembakan sangat penting,seperti raut muka dengan sedikit terpengaruh dan cenderung jelas semuanya untuk meratakan fitur.Arah dan intensitas tatapan juga adalah kunci.Che terlihat seperti melewati kamera,keluar untuk memandang.Garis pandanganya telah banyak bermain dengan berbagai seniman,tetapi tetap mempertahankan semangatnya meski di atas taplak meja ataupun screensaver.Sebuah gambar seperti ini adalah tentang tanda: sebuah kependekan.Satu yang istimewa ini sekarang berdiri untuk menentang pembentukan,kebebasan, dan revolusi. "— Alison Jackson ,photographer and film-maker
Bahkan pada 12 Januari 2012 lalu, perusahaan otomotif Daimler menggunakan ikon Che
Guevarra dari foto Korda dalam sebuah launching teknologi dalam mobil
Mercedez-Benz,dalam tema Mercedez wants you to share care like a communist.Ketua Dewan Manajemen Dieter Zetsche
mengatakan " Mereka berkata,...bukan saya,bahwa beberapa rekan masih
berpikir bahwa mobil berbagi batasan pada komunis...jika hal itu itu
benar adanya..."viva la revolucion !",..Hidup Revolusi..! ,meski
mereka akhirnya menuai banyak kritikan dan kecaman karena menggunakan
ikon yang untuk sebagian kalayak di anggap sebagai pembunuh berdarah
dingin selama revolusi kuba. Hak cipta
Selama ini foto Alberto Korda telah menerima distribusi yang luas dan dimodifikasi, tak terhitung banyaknya dalam berbagai format dan kepentingan tanpa hambatan oleh perjanjian hak cipta internasional. Karena Kuba tidak menandatangani Konvensi Bern mengenai hak cipta,sehingga gambar itu telah dianggap sebagai domain publik.
Namun demikian pada tahun 2000,Korda
menggugat biro iklan Lowe Lintas dan Rex Fitur, perusahaan yang
menyediakan foto untuk iklan Vodka milik smirnoff .Hasil akhirnya adalah
penyelesaian di luar pengadilan dengan membayar USD $ 50.000 untuk
Korda, yang nantinya disumbangkan ke sistem kesehatan Kuba.Pada 25 Mei 2001,Alberto Korda yang benama asli Alberto Díaz Gutiérrez meninggal dunia di Paris pada umur 73 tahun.
Meskipun klaim yang bertentangan tentang hak cipta, anak Korda telah berusaha untuk mengontrol penggunaan komersial gambar dari pencemaran nama baik. Pada tahun 2003,Putri Korda Diana Diaz,menggugat € 1.140.000 kepada kelompok Reporters Without Borders,yang berbasis di Paris,Perancis yang menggunakan foto Che dalam kampanye poster mengutuk Kuba sebagai "penjara terbesar di dunia", setelah Kuba memenjarakan 29 wartawan pembangkang.
Namun, Reporters Without Borders berhenti menggunakan gambar sebelum keputusan hukumnya diberikan.
Ariana Hernández-Reguant yang ditujukan sebagai pemegang status hak cipta gambar itu pada tahun 2004 di artikelnya , Copyrighting Che: Art and Authorship under Cuban Late Socialism mengatakan skeptis terhadap ahli waris Korda yang sedang menuntut kepemilikan atas gambar,karena menurut mereka Korda mengambil gambar tersebut saat ia masih bekerja untuk sebuah surat kabar yang dikelola negara.
Sementara itu pada tahun 2005,Janda Guevara Aleida March menyatakan bahwa "Kami memiliki rencana untuk menangani penyalahgunaan. Kita tidak dapat menyerang setiap orang dengan tombak seperti Don Quixote,. Tapi kita bisa mencoba untuk menjaga etika warisan Guevara.''
"Ini akan menjadi mahal dan sulit karena setiap negara memiliki hukum yang berbeda, namun batas harus ditarik." tambah Putri Guevara Aleida Guevara.
Che Guevarra telah lama pergi,tapi ia tetap hidup hingga sekarang dalam mahakarya Alberto Korda,maupun Jim Fitzpatrick walau masih meninggalkan kontroversi yang belum selesai mengenai siapa sesungguhnya pemilik dan ahli waris dari Gambar / Foto Paling Terkenal Didunia.
JB,16 oktober 2012,
dari berbagai sumber
tulisan yang inspiratif...
BalasHapus